Pengaturan penggunaan barang elektronik di MAN 2 BANTUL

Penilaian User: / 1
TerburukTerbaik 

Sudah tidak dipungkiri lagi bahwa HP, Tablet, Laptop dan sejenisnya menjadi barang yang wajib pada sebagian orang, bahkan beberapa orang sudah menjadi salah satu bahan pokok karena barang elektronik tersebut bisa bermanfaat untuk menunjang pendidikan, finansial dan lain-lain. Pengaturan barang elektronik di sekolah manapun, bukan untuk menyusahkan siswa tapi sebaliknya mengajarkan siswa untuk bertanggung jawab mengajarkan siswa menggunakan perangkat lebih bijak. Kalau dikatakan madrasah melanggar privasi siswa karena HP di buka guru itu salah besar, karena selama siswa berada disekolah guru adalah pengganti orang tua, dan orang tua itu wajib mengetahui apa saja yang dilakukan anak-anaknya, kalau tidak dibuka HPnya bagaimana guru bisa melihat isi dari HP tersebut apakah ada hal yang dilanggar atau tidak karena salah satu tugas guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan sesuai dengan UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 14 TAHUN 2005 TENTANG GURU DAN DOSEN pasal 1 ayat 1, klik untuk download UU.

Banyak dari siswa yang menggunakan barang elektronik se enaknya diantaranya menyimpan file-file serta membuat status/tulisan yang melanggar norma sosial dan SARA. Belum lama ini terjadi konflik di Papua salah satunya penyebaran ujaran kebencian di sosmed(sosial media) dikarenakan kurang bijak dalam menggunakan teknologi,Info : https://tirto.id/kronologi-asal-usul-kericuhan-di-sorong-manokwari-fakfak-papua-egHd hanya gara-gara sosmed pemerintahan papua lumpuh dan menelab kerugian yang cukup banyak serta jaringan Internet harus di matikan beberapa saat, info : https://tekno.kompas.com/read/2019/09/03/15360007/wiranto-blokir-internet-di-papua-akan-dicabut-5-september.

Memprotes kebijakan pembatasan penggunaan elektronik ke madrasah adalah sesuatu yang wajar, tapi sikap protes harus didasari alasan yang jelas dan sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku baik di pemerintah ataupun aturan di madrasah. Penulis banyak melihat siswa madrasah kurang literasi (membaca) tata tertib di madrasah klik link ini untuk melihat tata tertib madrasah : http://man2bantul.sch.id/web_saba/pengumuman/1069-aturan-penggunaan-alat-elektronik-man-2-bantul.html, di tata tertib tersebut diantaranya :

HAK SISWA

Pasal 2
Hak – hak Siswa

  1. Setiap siswa berhak menggunakan perangkat elektronik di sekolah dengan seizin guru yang bersangkutan.
  2. Siswa berhak menggunakan akses internet dan intranet dengan seizin guru.

Pasal 3
Tanggung jawab Siswa

  1. Segala isi data di perangkat elektronik menjadi tanggung jawab si pembawa perangkat (siswa), tidak melihat perangkat elektronik tersebut pinjaman, milik sendiri atau lainnya.
  2. Siswa menggunakan perangkat elektronik bertujuan untuk membantu mempermudah dalam proses belajar, pengembangan diri , berkreasi, berinovasi dan harus bermanfaat untuk siswa sendiri serta bagi madrasah.

Dipasal tersebut juga memberikan hak siswa untuk menggunakan perangkat elektronik jika dibutuhkan dan sesuai arahan guru, serta terbukti di setiap kelas hampir ada sinyal wifi, jika madrasah mutlak melarang penggunaan HP tidak mungkin di setiap kelas ada koneksi Internet. Nah ini kadang siswa kurang peka mengenai kondisi lingkungannya sendiri dan masih emosiaonal dalam membuat keputusan.

PIONASE

Spionase (bahasa Prancisespionnage) adalah suatu praktik pengintaianmemata-matai untuk mengumpulkan informasimengenai sebuah nformasi yang dianggap rahasia tanpa mendapatkan izin dari pemilik yang sah dari informasi tersebut.

Pasal 3
Monitoring Perangkat Elektronik
  1. Peserta didik akan diberikan username dan password untuk mengakses internet ataupun intranet dengan kecepatan sesuai dengan kebutuhan.
  2. Semua perangkat elektronik yang menggunakan akses internet atau intranet di MAN 2 Bantul akan di monitoring secara intens, tanpa harus minta persetujuan dari peserta didik dan orang tua/wali murid.
  3. Tujuan monitoring ini adalah madrasah mengawasi segala aktivitas peserta didik menggunakan akses nternet agar sesuai dengan pasal 3 ayat 2 di atas.
  4. Setiap perangkat elektronik yang terhubung di jaringan intranet ataupun internet akan ditanamkan Digital ID (Digital Identifikasi) yang melekat disetiap perangkat elektronik selama menjadi siswa MAN 2 Bantul.

Arti pasal tersebuat diatas melegalkan madrasah untuk membuka barang elektronik secara legal, baik di buka secara fisik dengan langsung membuka isi HP/Laptop atau menggunakan perangkat lunak untuk melakukan mata-mata, jadi kesimpulannya tidak ada privasi sama sekali, jadi kalau siswa membuat status melanggar privasi dan lain-lain berarti siswa tersebut menulis tanpa dasar dan dipertanyakan juga apakah sudah membaca tata tertib di madrasah, tata tertib ini tersedia di web MAN 2 BANTUL bahkan di aplikasi android MAN 2 bantul, saat login wifi pertama kali, X baner di depan ruang guru , kurang apalagi madrasah mensosialisasikan aturan tersebut.

Sanksi setiap aturan pasti ada, sanksi ini sebagi bentuk proses mendidik siswa, daripada siswa terjerumus lebih dalam contohnya masuk penjara karena hanya menulis pendapat di sosmed lebih baik di sanksi internal dulu yang lebih ringan. Ingat ALLAH saja membuat aturan untuk manusia yaoti AL-Quran, sebagai bentuk UU ALLAH yang ditujukan untuk manusia, ada sanksi jika melanggar, ada reward jika melakukan perintahNYA, jadi manusia itu memiliki tipe melanggar kalau tidak ada aturan, manusia bisa lebih rendah dari hewan, bisa lebih parah dari iblis, bahkan bisa melebihi malaikat.

SANKSI

Pasal 4
Sanksi

1. Menggunakan peralatan elektronik pada saat pembelajaran kecuali seizin guru
yang bersangkutan.
Sanksi ringan :
1.1. Penyitaan selama 2 minggu.
1.2. Dilakukan pemblokiran akses jaringan internet dan intranet selama 3bulan.


2. Pelanggaran pasal 4 ayat 1 dilakukan 3 kali atau menyimpan data/file digital baik tulisan, gambar, video, komentar, dan sejenisnya di perangkat elektronik yang tidak sesuai dengan norma agama,. kesusilaan, dan kesopanan.
Sanksi berat :
2.1. Penyitaan selama 6 bulan.
2.2. Dilakukan pemblokiran akses jaringan internet dan intranet selama 1 tahun.
2.3. Penghapusan data tanpa seijin peserta didik dan orang tua/wali murid, file sebelum dihapus akan disimpan sebagai bukti jika diperlukan.

Pasal 5

Pengambilan Barang Sitaan

1. Jika siswa terkena pasal 4 ayat 1 di atas maka yang mengambil siswa sendiri dan harus menulis surat pernyataan yang diketahui dan ditandatangani orangtua/wali murid dan saat pengambilan minimal harus hafal bacaan sholat lengkap.
2. Jika siswa terkena pasal 4 ayat 2 di atas maka yang wajib mengambil perangkat elektronik adalah orangtua wali murid dan saat pengambilan siswa harus hafal bacaan sholat lengkap dan sholat jenasah.
3. Jika siswa atau orang tua wali murid tidak mengindahkan peraturan ini maka dipersilahkan untuk mengundurkan diri dari MAN 2 BANTUL.
4. Madrasah tidak menanggung segala bentuk kerugian peserta didik atas pelaksanaan sanksi ini.

Jika siswa mau berdiskusi karena ketidak cocokan kebijakan madrasah silahkan datang, bertatap muka, kalau siswa tidak bertatap muka jangan bersiskusi, untuk apa berdiskusi bisa menyalahkan suatu kebijakan tanpa bisa meminta pertanggung jawaban, hanya membuat status tanpa ada dasar ( batas waktu 3 minggu sejak ini ditulis, bisa menemui penulis joko supriyanto di hari senin-rabu setelah selesai pelajaran). Dengan adanya Internet, medsos, aplikasi chat bisa membuat orang menjadi PENGECUT, karena bisa sewaktu-waktu menulis tanpa ada batasan ruang dan waktu, tanpa dasar yang kuat. inilah salah satu pengecut

  1. https://www.youtube.com/watch?v=Jov8OWT-iBA (HINA TNI)
  2. https://www.youtube.com/watch?v=_ZV9d51WGys ( HINA TNI BANCI)
  3. https://www.youtube.com/watch?v=E8AEDsAY2c0 (HINA POLISI)
  4. https://www.youtube.com/watch?v=_nHM5HAq9KQ (HINA TNI)
  5. https://www.youtube.com/watch?v=mdSPKzfckng (HINA TNI)

Penulis yakin siswa MAN 2 BANTUL idak mau menjadi PENGECUT, ayo berdiskusi bareng, salurkan pendapatmu.

Ingat ya...anak-anakku, budayakan literasi (membaca) dulu sebelum mengambil keputusan. Aturan tersebut diatas sebagai bentuk kasih sayang madrasah kepada anak didiknya, ingatlah guru memberikan kasih sayang dalam banyak bentuk.