Pembelajaran Darurat MAN 2 Bantul Tanpa Harus Penuhi KI KD oleh Pengawas Madrasah

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

utama news 20200706062037Bantul (MAN 2 Bantul) – Masa darurat adalah masa yang istimewa, maka segala hal yang berkaitan dengan kedaruratan dapat dipastikan akan berbeda dari saat-saat normal. Masa wabah covid-19 termasuk masa darurat, maka dalam bidang pendidikan akan berimbas pada proses pembelajaran di sekolah maupun di madrasah. Efek yang langsung dirasakan adalah pada kegiatan pembelajaran yang akan memasuki awal tahun ajaran baru di pertengahan Juli mendatang. Dikarenakan pembelajaran berlangsung di masa darurat maka pembelajaran juga diberlakukan khusus.

Demikian disampaikan Pengawas Kementerian Agama Kabupaten Sleman Dra. Ida Uswatun Khasanah, M.Pd. pada Rabu (24/6/2020) dalam acara workshop MAN 2 Bantul yang berlangsung di aula madrasah lantai dua. Workshop diikuti oleh seluruh guru sebagai persiapan untuk menentukan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) serta persiapan perangkat pembelajaran menghadapi tahun ajaran baru. Ikut mendampingi workshop Kepala MAN 2 Bantul Drs. H. Ulul Ajib, M.Pd. dan Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, M.M. Workshop berlangsung dua hari diharapkan semakin memantapkan kurikulum madrasah keterampilan Bantul tersebut.

Selanjutnya Pengawas menyampaikan penjelasan bahwa dalam mempersiapkan kurikulum darurat, semua guru harus paham bahwa sebagian atau semua perangkat pembelajaran nantinya akan menggunakan model pembelajaran jarak jauh. Dalam model ini sifat materi pelajaran tidak boleh monoton namun harus bersifat menghibur agar siswa tidak bosan. “Karena bersifat darurat maka Bapak Ibu tidak perlu memaksakan semua KI KD (Kompetensi Inti Kompetensi Dasar-red) terpenuhi, persiapkan materi esensial untuk mencukupkan target kurikulum masing-masing mata pelajaran,” ujar Pengawas. (edp)

Tetap sehat dan semangat#Lawan Covid19

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter