HIKMAH PENYEBELIHAN HEWAN QURBAN

Penilaian User: / 0
TerburukTerbaik 

DSC 0314 FILEminimizer

Penyebelihan hewan qurban tahun 1435 H telah berakhir dan perayaan Hari Raya Idul Adha yang salah satu bentuk ibadah paling utama setelah sholat Id adalah mengalirkan darah hewan qurban. Ada banyak hikmah dan makna dibalik pelaksanaan penyembelihan hewan qurban ini. antara lain adalah;

1.Untuk menguji kualitas keimanan kita kepada Allah swt.

Konon sejarah penyembelihan hewan kurban berasal dari sunnah Nabi Ibrahim as. Suatu hari, Nabi Ibrahim as pernah menyembelih 1000 ekor kambing, 100 ekor unta dan 100 ekor sapi. Setelah selesai melaksanakan perintah tersebut, terucap perkataan dari beliau as:Jangankan menyembelih 1000 ekor kambing, 100 ekor unta dan 100 unta, andaikan Allah memerintahkan untuk menyembelih anak saya, maka pasti aku laksanakan perintah itu. Sebuah perkataan yang berangkat dari rasa ketaatan dan kecintaan kepada Allah swt yang sangat dalam. Saat itu beliau belum dikaruniai anak.

Setelah bertahun-tahun beliau menunggu kedatangan seorang anak yang sangat diharapkan, yaitu Ismail as, yang saat itu masih remaja, cerdas, lucu-lucunya, sholeh, tentu perasaan sayang dan cintanya dicurahkan kepada Ismail as. Hampir hari-harinya dicurahkan untuk menumpahkan perasaan cinta dan sayangnya kepada putra semata wayang tersebut. Disinilah datangnya ujian ketika seseorang terlalu mencintai sesuatu selain Allah swt. Siapapun yang mencintai sesuatu selain Allah secara berlebihan, baik itu mencintai anak, isteri, jabatan, harta benda atau yang lain, pasti suatu saat Allah swt akan menguji melalui sesuatu yang amat kita cintai itu.Yang tentunya, ujian itu bertujuan untuk mengangkat derajat keimanan dan kemuliaan orang-orang yang beriman. Ada yang tidak lulus diuji dan ada juga yang lulus diuji oleh Allah swt. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, Padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, Sesungguhnya pertolongan Allah itu Amat dekat(QS Al-Baqarah:214) Dan termasuk hamba yang lulus dari ujian tersebut adalah Nabi Ibrahim as. Ketika Allah swt memerintahkan untuk menyembelih Ismail as, Ibrahim as tidak pernah merasa ragu dan berburuk sangka kepada Allah swt. Dalam fikirannya, tidaklah mungkin Allah swt memerintahkan sesuatu kepada hambanya kecuali pasti ada manfaat bagi hamba itu atau manfaat secara umum. Perasaan selalu berbaik sangka (husnudzdzon) kepada Allah swt inilah yang hendaknya dipelihara seorang mukmin. Dari berbagai ujian yang Allah swt berikan kepada Nabi Ibrahim as, seluruhnya dihadapi dengan tabah dan berbaik sangka kepada-Nya. Maka tidaklah mengherankan jika kemudian Allah swt memberikan gelar Khalilullah (kekasih Allah). Kepada Ibrahim as.


2.Sebagai sarana untuk taqorrub/mendekatkan diri kepada Allah swt.

Kurban berasal dari qoroba-yaqrabu-qurbaanan yang artinya dekat. Oleh karena itu, tujuan utama penyembelihan hewan kurban dan semua bentuk ibadah yang lain, baik ibadah mahdloh ataupun ghairu mahdloh adalah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik(QS Al-Hajj:37) Tiada kenikmatan hidup ketika seseorang hamba jauh dari Allah swt. Ketika seorang hamba dekat kepada Allah swt, maka akan kita dapatkan kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak hanya di dunia, tetapi juga kelak di Akhirat.

3.Melatih diri untuk menghilangkan sifat-sifat hayawaniyah yang ada dalam diri kita. Di antara sifat dan karakter hewaniyah adalah sifat tamak dan serakah, tidak mau menggunakan potensi akal untuk memahami ayat/kekuasaan Allah, mempunyai mata tidak untuk melihat keagungan-Nya dan mempunyai telinga tidak untuk mendengar nasehat-nasehat keagamaan. Ada sekelompok manusia yang memiliki sifat dan karakter tersebut, yang menggunakan waktunya hanya untuk memikirkan perut dan sedikit dibawah perut. Kata Sayyidinia Ali ra:Barangsiapa yang hanya berfikir untuk memenuhi perut, maka nilainya/harga dirinya tidak lebih dari apa yang keluar dari perut. Hal ini tersurat di dalam al-Quran : Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.(QS Al-Araf:179)

4.Sebagai rasa syukur atas nikmat yang Allah swt berikan kepada kita.

Jika kita mencoba menghitung nikmat Allah yang diberikan kepada kita, maka tidak akan pernah bisa untuk menghitungnya dengan cara apapun. Dari sekian banyak nikmat Allah swt itu, Dia hanya meminta kepada kita untuk memberikan kepada orang lain yang membutuhkan berupa penyembelihan hewan kurban, baik berupa kambing, sapi atau unta. Dan tentunya penyembelihan itu manfaatnya akan kembali kepada si pelaku. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu Dialah yang terputus (QS Al-Kautsar:1-3)

5.Pahala yang amat besar, yakni diumpamakan seperti banyaknya bulu binatang yang disembelih. Ini merupakan penggambaran betapa besarnya pahala ibadah qurban ini, sebagaimana disabdakan Nabi SAW,Pada setiap bulunya itu kita memperoleh satu kebaikan. (HR Imam Ahmad dan Ibnu Majah).

6.Terjadinya hubungan dengan Allah SWT yang semakin dekat. Apalagi jika penyembelihan korban dilaksanakan sendiri oleh yang berkorban.Ibadah ini bertujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

7.Memudahkan dan memantapkan rasa solidaritas sosial dengan sesama kaum muslimin dan muslimat dengan umat lain, sehingga kesenjangan yang ada bisa terhapus terlebih lagi kondisi krisis ekonomi seperti sekarang ini ditambah lagi dengan konflik kemasyarakatan yang mengganggu ketenangan hidup berbangsa bernegara ini. Hal ini memang sejalan dengan makna yang terkandung di dalam ajaran yang sangat hanif ini, yaitu adanya dimensi sosial dengan penyaluran daging kurban, di samping dimensi vertikal antara hamba dengan Tuhan sebagai manifestasi ketaatan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

8.Mendidik manusia yang melaksanakan qurban menjadi orang yang pandai bersyukur atas segala kenikmatan yang telah diberikan oleh Allah SWT sebagaimana termaktub dalam firman-Nya, Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkorbanlah. Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus (berkah dan rahmat Allah).

9.Membuktikan bahwa kita termasuk orang-orang yang taat dalam menjalankan perintah AllahSWT. Karena dengan melaksanakan perintah agama, maka hidup akan diridhai, diberkahi dan senantiasa dirahmati oleh Allah SWT. Kebahagiaan hidup pun akan menjelma dan dirasakan (QS. Al Taghabun:16).

 

baner


 

 

Info Pengunjung






 
  hit counter