MAN SABDODADI MELESTARIKAN TARI SAMAN

Tari Saman yang berasal dari Aceh dikembangkan/dilestarikan oleh siswa-siswi MAN Sabdodadi Bantul ...

TARI SAMAN TAMPIL DALAM PEMBUKAAN AKSIOMAN 2014

Siswa-siswa MAN Sabdodadi Bantul unjuk kebolehannya dalam menampilkan Tari Saman pada kegiatan Pem...

BABAK PENYISIHAN BULU TANGKIS AKSIOMA 2014

Ajang Kreasi Seni dan Olahraga (AKSIOMA) tahun 2014 di pusatkan di Wonokromo yaitu MAN Wonokromo, ...

HIKMAH PENYEBELIHAN HEWAN QURBAN

Penyebelihan hewan qurban tahun 1435 H telah berakhir dan perayaan Hari Raya Idul Adha yang salah ...

LOMBA MADRASAH VOKASIONAL 2014 MAN SABDODADI BANTUL

Kali pertama MAN Sabdodadi Bantul mengikuti lomba Madrasah Vokasional tahun 2014, dimana keterampi...

PEMBINAAN GURU DAN PEGAWAI

Serangkaian kegiatan di awal bulan Oktober 2014 diantaranya adalah Pembinaan Guru dan Pegawai deng...

SOLIDARITAS MELALUI PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

  Dalam rangka meningkatkan solidaritas sesama muslim dan sekaligus merupakan latihan untuk berko...

PEMILIHAN KANDIDAT KETUA OSIS MELALUI PEMILOS 2014

Pemilihan Ketua OSIS untuk periode 2014-2015 dilaksanakan tanggal 20 September 2014 serentak se-Ka...

JUARA II SEPAK TAKRAW 2014

  Kejuaraan Sepak Takraw yang diadakan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (Pengkab PSTII) Bantul ta...

PERKASISMA 2014 MAN SABDODADI BANTUL

  MAN Sabdodadi Bantul dalam kegiatan tingkat Daerah sehubungan dengan Pramuka yang diselenggarak...

  • MAN SABDODADI MELESTARIKAN TARI SAMAN

  • TARI SAMAN TAMPIL DALAM PEMBUKAAN AKSIOMAN 2014

  • BABAK PENYISIHAN BULU TANGKIS AKSIOMA 2014

  • HIKMAH PENYEBELIHAN HEWAN QURBAN

  • LOMBA MADRASAH VOKASIONAL 2014 MAN SABDODADI BANTUL

  • PEMBINAAN GURU DAN PEGAWAI

  • SOLIDARITAS MELALUI PENYEMBELIHAN HEWAN QURBAN

  • PEMILIHAN KANDIDAT KETUA OSIS MELALUI PEMILOS 2014

  • JUARA II SEPAK TAKRAW 2014

  • PERKASISMA 2014 MAN SABDODADI BANTUL

NextPrevious


Kena Bencana Tsunami, Warga Jepang Masih Tertib Antre Evakuasi

tbstvNegara Jepang memang terkenal dengan kebiasaannya untuk selalu tertib. Buktinya meski bahaya tsunami mengancam nyawa, mereka masih terlihat tertib mengantre ke dalam bis untuk evakuasi.

Seperti yang terlihat dalam tayangan di sebuah stasiun televisi lokal Jepang, TBStv, ribuan warga yang berkumpul di utara Stasiun Shibuya, Tokyo, sedang mengantre dengan tertib untuk masuk ke dalam bis yang telah disediakan. Sama sekali tidak terlihat ada warga yang menyerobot maupun berebut untuk segera masuk ke dalam bis.


Memang gelombang besar tidak menerpa kota Shibuya, namun mengingat dampak gempa yang membuat sistem transportasi subway tidak berfungsi, mereka pun harus menggunakan bis untuk menyelamatkan diri.

Dalam video itu juga beberapa warga yang keluar dari gedung tidak terlihat panik dan kalaupun ada yang panik, orang yang disebelahnya menepuk tangan ke punggung sambil berkata 'Daijobu' berkali-kali. Daijobu sendiri artinya tidak apa-apa.

Seperti yang diketahui ketertiban merupakan kebiasaan yang telah mendarah daging di sana. Tak peduli sedang berada dalam situasi yang mungkin mengancam nyawa, mereka tetap mempertahankan kebiasaan tertib dalam segala hal.

http://www.detiknews.com

LAST_UPDATED2

 

Add comment

Security code
Refresh